Animo Rayon Surabaya Terus Meningkat

Headline

mascipoldotcom – Selasa, 15 September 2020 (27 Muharam 1442 H)

Surabaya – “Join The Navy To See The World” Begitu yang tertulis di banner pendaftaran Calon Perajurit TNI Angkatan Laut Tahun 2020. Saat ini TNI Angkatan Laut memanggil Putera Puteri terbaik warga negara Indonesia untuk bergabung menjadi Perajurit TNI Angkatan Laut.

15 hari sudah, dibukanya Validasi Pendaftaran Calon Bintara Pria dan Wanita serta calon Tamtama TNI AL di Rayon Surabaya mulai tanggal 1 September sampai hari ini Selasa (15/9), untuk Rayon Surabaya sendiri di pusatkan di gedung Serbaguna Mako Lantamal V Surabaya, dan terlihat para pendaftar begitu antusias, berbondong bondong memadati antrian untuk melaksanakan validasi pendaftaran. Tentunya dengan tetap melaksanakan sesuai protokol kesehatan guna mencegah wabah covid-19.

Setelah sebelumnya dilaksanakan pendaftaran secara online, kini saatnya pelaksanaan validasi bagi para pendaftar Calon Bintara Pria dan Wanita PK, serta Calon Tamtama PK gelombang II Tahun 2020. Menurut Katim Pendaftaran Mayor laut (P) Budi Sulistyo menyampaikan bahwa, animo atau minat para pemuda pemudi diwilayah Surabaya atau Rayon Surabaya menjadi perajurit TNI AL sangat tinggi, ini terbukti validasi selama kurang lebih lima belas hari animo pendaftar tercatat di Panitia cukup tinggi. Untuk animo calon Bintara pria sudah terdaftar sebanyak 2597, sedangkan calon Bintara Wanita sejumlah 646 dan calon Tamtama 575 orang.

Pelaksanaan validasi pendaftaran Calon Bintara Pria dan Wanita PK serta Calon Tamtama PK gelombang II tahun 2020 yang dimulai tanggal 1 September dan rencananya akan ditutup 22 September 2020 mendatang, selama pendaftaran baik secara online maupun tahap validasi si pendaftar tidak dipungut biaya, alias gratis terang Mayor Budi selaku Katim lapangan pendaftaran yang sehari-harinya menjabat sebagai Pabandiaga Spers Lantamal V.

Ia-pun menjelaskan dalam pelaksanaan validasi meliputi pengukuran tinggi badan, berat badan, tensi dan pemeriksaan berkas-berkas administerasi antara lain, pemeriksaan STTB, Akte kelahiran, Kartu keluarga, KTP baik calon maupun KTP orang tua dan SKCK dari Kepolisian. Hal ini untuk persyaratan mendapatkan nomor Pendaftaran agar dapat mengikuti seleksi berikutnya, pungkas Budi.(Ezl).

————-

Renungan

Penyimpangan Dan Larinya Para Pemuda Dari Nilai Agama

Oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

Pertanyaan

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Apakah penyebab penyimpangan dan larinya kebanyakan generasi muda dari nilai-nilai agama ?

Jawaban

Penyimpangan dan larinya kebanyakan generasi muda dari segala yang berkaitan dengan nilai-nilai agama seperti yang anda sebutkan disebabkan banyak hal : Yang paling prinsip adalah kurangnya ilmu dan bodohnya mereka terhadap hakekat Islam dan keindahannya, tidak ada perhatian terhadap Al-Qur’an Al-Karim, kurangnya pendidik yang memiliki ilmu dan kemampuan untuk menjelaskan hakekat Islam kepada generasi muda, menjelaskan segala tujuan dan kebaikannya secara terperinci yang bakal didapatkan di dunia dan akhirat.

Ada beberapa penyebab yang lain, seperti lingkungan, radio dan telepon, rekreasi keluar negeri, dan bergabung dengan kaum pendatang yang memiliki aqidah yang batil, akhlak yang menyimpang, dan kebodohan yang berlipat ganda, hingga faktor-faktor lainnya yang menyebabkan mereka lari dari Islam dan mendorong mereka dalam pengingkaran dan ibahiyah (permisivisme).

Pada posisi ini, banyak generasi muda yang bergabung, hati mereka kosong dari ilmu-ilmu yang bermanfaat dan aqidah-aqidah yang benar, datangnya keraguan, syubhat, propaganda-propaganda menyesatkan dan syahwat-syahwat yang menggiurkan. Akibat dari semua ini adalah yang telah kamu sebutkan dalam pertanyaan berupa penyimpangan dan larinya kebanyakan pemuda dari segala hal yang mengandung nilai-nilai Islam. Alangkah indahnya ungkapan dalam pengertian ini.

“Hawa nafsu datang kepadaku, sebelum aku mengenalnya. Maka ia mendapatkan hati yang kosong, lalu menetap (di dalamnya)”

Dan yang lebih mantap’ lebih benar dan lebih indah dari ungkapan itu adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Artinya : Terangkan kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Ilahnya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya ? Atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya dari binatang ternak itu” [Al-Furqan : 43-44]

Menurut keyakinan saya, pengobatannya bervariasi menurut jenis penyakitnya, yang terpenting adalah memberikan perhatian terhadap Al-Qur’an Al-Karim dan As-Sunnah An-Nabawiyah, ditambah lagi adanya guru, direktur, pengawas dan metode yang shalih, melakukan reformasi terhadap berbagai sarana informasi di Negara-negara Islam, dan membersihkan dari ajakan kepada ibahiyah, akhlak yang tidak Islami, berbagai macam pengingkaran dan kerusakan yang ada padanya,

apabila para pelaksananya adalah orang-orang yang jujur dalam dakwah Islam, dan memiliki keinginan dalam mengarahkan rakyat dan generasi muda kepadanya. Di antaranya adalah memprioritaskan perbaikan lingkungan dan membersihkannya dari berbagai wabah yang ada padanya.

Termasuk pengobatan juga adalah larangan melancong ke luar negeri kecuali karena terpaksa. Dan perhatian terhadap organisasi-organisai Islam yang bersih, serta terarah lewat perantara berbagai sarana informasi, para guru, da’i dan para khatib.

Aku memohon kepada Allah agar memberikan nikmat atas hal itu, membimbing para pemimpin umat Islam, memberikan taufiq kepada mereka untuk memahami dan berpegang dengan agama, dan melawan sesuatu yang menyalahi dengan jujur, ikhlas, usaha yang berkesinambungan. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar serta Dekat.

[Majmu’ Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah, Jilid V hal, 253-256. Syaikh Ibn Baz]

[Disalin dari buku Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, Penyusun Khalid Al-Juraisy, Edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, Penerbit Darul Haq]