Bhabinkamtibmas Kelurahan Utama Dan Anggota Intelkam 1

Anggota Polsek Cimahi Selatan Melaksanakan Operasi Yustisi Guna Mendisiplinkan Warga Rusunawa Cimahi Untuk Mencegah Berkembangnya Wabah Covid-19

Headline Jawa Barat Muhasabah

Bhabinkamtibmas Kelurahan Utama Dan Anggota Intelkam 3mascipoldotcom – Senin, 21 September 2020 (04 Safar 1442 H)

Cimahi – Juru bicara Presiden bidang hukum Dini Purwono meminta masyarakat tidak menganggap Operasi Yustisi Protokol Kesehatan sebagai bagian dari tindakan represif, dalam pelaksanaan operasi yustisi pemerintah senantiasa menggandeng organisasi masyarakat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat untuk membantu menegakkan protokol kesehatan di kalangan masyarakat dan komunitas.

“Kunci keberhasilan pengendalian penyebaran Covid-19 adalah disiplin protokoler kesehatan di setiap aktivitas yang dilakukan. Masyarakat harus menyadari bahwa mereka adalah ujung tombak dalam upaya pengendalian ini,” kata Dini di Jakarta, Kamis (17/9/2020).

Ia menegaskan penegakan sanksi telah sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6/2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 yang diterbitkan pada 4 Agustus 2020. Sanksi hanya diberikan kepada pihak yang melanggar dalam bentuk sanksi dapat berupa teguran lisan/tertulis, denda, kerja sosial, atau penghentian/penutupan sementara penyelenggaraan usaha.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Utama Dan Anggota Intelkam 2Ia mengatakan melonjak-nya penambahan kasus Covid-19 menjadi peringatan agar pengenaan sanksi terhadap pelanggar protokol kesehatan perlu lebih ditegakkan, terutama di daerah yang terindikasi terjangkit Covid-19. “Instruksi Presiden Nomor 6/2020 ditujukan kepada Menteri, TNI, Polri, dan jajaran Pemerintah Daerah untuk mengambil langkah penegakan protokol kesehatan sesuai tugas dan fungsinya masing-masing,” tuturnya.

Menindaklanjuti arahan Pimpinan sesuai apa yang telah di sampaikan oleh juru bicara Presiden bidang hukum Dini Purwono, yang telah diperintahkan secara terpusat agar seluruh jajaran TNI dan Polri mendukung penuh program pemerintah untuk melakukan Operasi Yustisi guna mencegah berkembangnya wabah Covid-19, untuk mendisiplinkan masyarakat agar mematuhi himbauan Pemerintah melaksanakan protokol kesehatan.

Senin 21 September 2020 Pukul 07.00 sampai dengan 10.30 Wib telah dilaksanakan Kegiatan AKB ( Adaptasi Kebiasaan Baru) dan Peneguran bagi baik pejalan kaki maupun pengendara roda 2 dan roda 4 yang tidak memakai masker dan mematuhi himbauan mengenai Protokol Kesehatan di Pasar Rusunawa Kelurahan Melong Kecamatan Cimahi Selatan, dilaksanakan oleh 2 orang Personil Polsek Cimahi Selatan Aiptu Kiki Rachman P. selaku Anggota Bhabinkamtibmas Kelurahan Utama dan Anggota Intelkam Polsek Cimahi Selatan beserta Koordinator Pengelola Pasar Bapak . Suryana, SE.

Petugas memberikan himbauan tentang Protokoler Kesehatan kepada warga masyarakat yang datang mengunjungi Pasar berserta para pedagang pasar Rusunawa, wajib memakai masker, mencuci tangan dengan air mengalir pakai sabun atau semprot hand sanitizer, menjaga jarak , mematuhi aturan pemerintah, mengenai protokol kesehatan, jelas Aiptu Kiki Rachmat P.

“Virus ini benar adanya, siapa pun dapat tertular oleh virus ini, bahkan sudah banyak korban yang meninggal dunia, oleh karena itu disiplin protokol kesehatan merupakan hal yang sangat penting dan jadikan itu sebagai sebuah kewajiban yang harus dijalankan oleh seluruh masyarakat, selamatkan diri anda, keluarga dan lingkungan dari penyebaran Virus Covid-19 dengan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, tutur Aiptu Kiki Rachmat P.

Sesuai perintah kami laksanakan tindakan teguran, pembinaan dan himbauan serta membagikan masker kepada warga Rusun Nawa kelurahan Melong, agar memakai masker bila keluar rumah, mencuci tangan dan semprot Hand Sanitizer, menjaga jarak antar pengungjung serta mematuhi aturan pemerintah mengenai protokol kesehatan”. tegas Aiptu Kiki Rachman P.

Pantauan di lapangan, pada operasi Yustisi ini, sasarannya adalah warga Rusun Nawa Jl.Terusan Rorojonggrang RW. 24 Kelurahan Melong Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi, selama kegiatan berlangsung situasi aman dan kondusif. (Enjon Sutrisno)

—————–

Renungan

Kebiasaan Buruk, Penghalang Ibadah!

Sore di hari jumat, hati terasa gersang tanda keimanan meredup. Waktu mustajab doa tidak dimaksimalkan. Wahai Rabb kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri, jika Engkau tidak ampuni dan rahmati kami niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi.

Setelah berbuka puasa, tiba-tiba seorang teman mengajak menengok ustadz Abdullah Bani’mah. Beliau seorang dai muda yang lumpuh total seluruh tubuhnya kecuali kepalanya saja yang bisa digerakkan. Hati seakan terbang penuh kegembiraan mengingat bermajelis dengan orang sakit dan menengoknya merupakan obat mujarab, semoga Allah membersihkan karat hati dan menghapuskan dosa hamba-Nya.

Beliau sedang sakit radang saluran kencing dan keracunan dalam darah. Beliau sempat dirawat di rumah sakit di Jeddah selama tiga pekan, dan baru pulang ke rumah beberapa hari lalu.

Beliau bercerita bahwa sempat merasakan sakit yang dia kira bahwa itu sebagai sakaratul maut. Semoga Allah menyembuhkannya. Selesai shalat isya, ustadz Abdullah mengajak saya ikut menemani ke poliklinik untuk periksa di laboratorium. Dalam perjalanan ke poliklinik ustadz Abdullah memberikan beberapa nasihatnya.

“Janganlah Anda heran kepada orang yang mengetahui bahwa pintu-pintu jannah dibuka di bulan Ramadhan, tapi ia tidak memasukinya! Heranlah kepada orang yang mengetahui bahwa pintu-pintu neraka di tutup di bulan Ramadhan tapi ia malah mengetuk pintu neraka minta untuk dibuka!”

“Kebiasaan buruk, penghalang ibadah! Sebagian orang di bulan Ramadhan masih sempat menonton sinetron. Sebagian lagi merokok saat berbuka atau sahur. Ketika ditegur, ia menjawab bahwa ini sudah menjadi kebiasaan. Sebagian manusia juga menjadikan makan saat berbuka sebagai balas dendam akibat lapar di siang hari sehingga makan dan minum berlebihan.”

Astaghfirullah, Bagaimana dengan kemaksiatan atau keburukan yang lebih parah lagi dari menonton sinetron, merokok dan berlebihan dalam makan dan minum?

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : قَالَ اللَّهُ : كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلا الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, “Allah berfirman, “Semua amal anak Adam untuknya kecuali puasa. Ia untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya.” [HR. Bukhari Muslim]

Amalan-amalan selain puasa telah terukur kadar pahalanya untuk manusia. Bahwa ia akan dilipatgandakan dari sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat kecuali puasa. Allah sendiri yang akan memberi pahala tanpa batasan.

Ibadah puasa manifestasi dari kesabaran. Allah berfirman.

اِنَّمَا يُوَفَّى الصّٰبِرُوْنَ اَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahala mereka tanpa batas.” [Az Zumar/39 :10]

Ustadz Abdullah memberikan permisalan, “Jika seorang ayah memberikan pakaian lebaran yang mahal untuk anaknya. Ia serahkan pakaian tersebut kepada anaknya agar dikenakan saat lebaran. Sebelum lebaran si anak menyetrika baju tersebut lalu terbakar dan pakaian itu menjadi hangus. Apakah pakaian tersebut akan dikenakannya saat Idul Fitri? Tentu Tidak! Allah telah menjanjikan pahala yang berlimpah dan ampunan yang banyak bagi yang menjalankan ibadah puasanya, karena keimanan dan mengharapkan pahala dari Allah. Jangan Anda nodai bulan Ramadhan ini dengan dosa dan maksiat!”

Semoga Allah melindungi kita semua dari kelalaian dan ketergelinciran yang dapat merusak ibadah puasa kita. Semoga Allah memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada kita agar dapat meningkatkan kwalitas dan kwantitas amal ibadah kita, sehingga kita dapat menggapai predikat sebagai orang-orang yang bertakwa, amin. []

Jumat, 08/06/2018
Fariq Gasim Anuz