Peduli Dampak Covid 19 Alumni Akpol Angkatan 2001 Sarja Arya Racana SAR 2001 Serentak Gelar Bhakti Sosial 3

Alumni Akpol Angkatan 2001 Sarja Arya Racana (SAR 2001) Serentak Gelar Bhakti Sosial Peduli Dampak Covid-19

Headline Muhasabah
Peduli Dampak Covid 19 Alumni Akpol Angkatan 2001 Sarja Arya Racana SAR 2001 Serentak Gelar Bhakti Sosial 3mascipoldotcom – Jum’at, 22 Mei 2020 (29 Ramadhan 1441 H)

JakartaSetelah Polri melakukan Gerakan Bhakti Sosial Peduli Covid-19 pada Jumat (15/05/2020) lalu, hari Kamis sd Jumat (21-22 Mei 2020), Ikatan Alumni Akpol Angkatan 2001 Sarja Arya Racana, melaksanakan kegiatan bakti sosial secara serentak, berbagi kepada warga masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 di seluruh wilayah Indonesia.

Mengambil tagline Peduli Masyarakat terdampak Covid 19, para Alumni Akpol Angkatan 2001 berbagai kabupaten di Indonesia membagikan paket sembako berisi beras, minyak goreng, dan bahan pangan pokok lainnya kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan.
Selain itu, paket bantuan diberikan bagi warga terdampak untuk tetap mengikuti anjuran pemerintah stay at home dalam upaya memutus rantai penyebaran Covid-19 saat ini.

Peduli Dampak Covid 19 Alumni Akpol Angkatan 2001 Sarja Arya Racana SAR 2001 Serentak Gelar Bhakti Sosial 2“Sungguh merupakan suatu kebahagiaan bagi kami Alumni Akpol 2001 dapat berbagi dengan masyarakat, semoga kegiatan Bakti Sosial selama 2 hari oleh Alumni Akpol 2001 dapat bermanfaat masyarakat terdampak Covid 19”, kata ketua Angkatan Alumni 2001 Kapolres Cilacap Dery Agung Wijaya, S.H., S.I.K., M.H.

Dari Kepulauan Karimun, Kapolres AKBP. Dr. Muhammad Adenan, S.H., S.I.K., M.H. mambagikan Paket Sembako kepada warga dipelosok menggunakan Kapal Patroli Polair Polres Karimun, “ Alhamdulillah kami senang berbagi paket sembako dengan warga sekitar, smoga sumbangan yang tidak seberapa ini dapat bermanfaat untuk warga ditengah pandemi Covid 19, kata Kapolres M. Adenan.

 

akpol 2001 baksos 3Di Jawa Tengah, Karanganyar, Kapolres AKBP. Dr. Leganek Mawardi, S.H., S.I.K., M.H., Bersama Akabri 2001 Dwipa Arya (AD, AU, AAL, dan POLRI) membagikan 11.995 paket sembako dan makanan tajil serta 20 ton beras di wilayah solo raya : gondang rejo, Colomadu, dan Mojogendang, “Semoga saudara-saudara kami senantiasa sehat selalu, dijauhkan dari Covid 19, dan smoga sedikit bantuan kami dapat bermanfaat bagi masyarakat setempat”, ujar Kapolres Karanganyar Akbp. Leganek.

Beranjak di Kepulauan Riau, Kapolres Natuna AKBP. Ike Krisnadian, S.I.K., M.Si. membagikan paket sembako bagi masyarakat pesisir pantai di wilayah Natuna, pembagian paket sembako yang juga didampingi oleh Dandim Natuna, langsung menyentuh masyarkat pesisir yang membutuhkan bantuan di tengah pandemic Covid 19, Ujar Kapolres Natuna AKBP Ike.

akpol 2001 baksos 2Di bumi Cikole, Lembang Bandung Danyon B Sat Brimob Polda Jabar, AKBP. Sarly Sollu, S.I.K., M.H., meminpin pelaksanaan Baksos serentak Alumni 2001 bersama personil Yon B Polda Jawa Barat di sekitar Desa Cikole, paket berupa makanan dan paket sembako didistribusi langsung melalui pemuka masyarakat, maupun pengendara yang melewati Mako Batalyon B Sat Brimob, “Semoga sumbang sih yang tidak seberapa ini dapat berguna bagi masyarakat”, ujar AKBP. Sarly.

Di kota Nganjuk, Kapolres AKPB Handono Subiakto, S.I.K., memimpin pelaksanaan bakti sosial di wilayah Kabupaten Nganjuk, pembagian paket sembako yang diberikan baik kepada pengemudi becak, tukang ojek, maupun masyarakat kurang mampu di wilayah Kabupaten Nganjuk, Bismillah smoga sedikit bingkisan dari kami dapat bermanfaat bagi masyarakat setempat, ujar KBP. Handono Subiakto.

 

akpol 2001 baksos 1Di Kabupaten Bondowoso, Kapolres Erick Frendriz, S.I.K, yang tidak asing lagi dalam Prestasi pengukapan Narkotika Besar Di wilayah Jakarta Barat sebelumnya, memimpin kegiatan Bakti sosial 2001 secara serentak di Kabupaten Bondowoso, “Pelaksanaan Bakti Sosial yang kami Lakukan langsung menyentuh kepada masyarakat kecil di wilayah Bondowoso yang sangat membutuhkan, smoga wabah Covid 19 ini cepat berlalu dan masyarakat dapat bekerja Kembali” ujar Kapolres Bondowoso AKBP Erick Frendriz.

Di Provinsi Lampung, Kapolres Lampung Timur AKBP Wawan Setawan, S.I.K., melaksanakan kegiatan bakti sosial yang Didampingi Dandim 0429 Lampung Timur, Letkol Kav Muhammad Darwis, “Dalam Bakti Sosial Serentak 2001, Siang Ini kita telah selesai melaksanakan bakti sosial di beberapa titik di wilayah Lampung, Smoga sedikit bingkisan dari kami membawa berkah untuk masyarakat sekitar. Amien” Ujar Kapolres Lampung Timur

Beranjak di Sumatera Barat, AKBP. Aditya Galayudha F Lubis, Kapolres Dharmasraya, memimpin pelaksanaan Bakti Sosial Serentak Alumni Akpol 2001, Di beberapa titik di Kabupaten Dharmasraya, “Di tengah pandemi Covid 19 ini, tentunya masyarakat sangat membutuhkan kepedulian, Smoga sedikit yang kami berikan berguna bagi masyakat setempat”, ujar Kapolres Aditya.

Di Jawa Timur, Kapolres Kediri AKBP. Miko Indrayana, S.I.K., melakukan bakti sosial Alumni Akpol2001 secara serentak dijajarannya, dengan membagikan paket tajil dan sembako di beberapa titik Kota Kediri, Bersama dandim 0809 Kediri Kapolres memberikan paket sembako kepada masyarakat kurang mampu, “Smoga bantuan sembako yang tidak seberapa ini dapat membantu meringankan beban masyarakat”ujar Kapolres Miko.

Sementara di Kalimantan Tengah, Kapolres Barito Timur, AKBP. Hafidh Susilo Herlambang, S.I.K., beserta jajaran melaksanakan bakti sosial Alumni 2001 di wilayah Barito Timur, “pada hakekatnya kami hadir ditengah masyarakat untuk merasakan hal yang sama, smoga bantuan paket sembako yang tidak seberapa ini bermanfaat bagi masyarakt”, ujar AKBP. Hafidh.

Di Korbrimob Polri, Danyon B Resimen III Pasukan Pelopor, AKBP. Rentrix Riyaldi, S.I.K., Alumni akpol 2001, turut membagikan paket sembako di Kampung Lio Kec Pancora Mas Kota Depok, “Alhamdullilah siang ini Alumni Akpol 2001 melaksanakan bakti sosial secara serempak di seluruh Indonesia, semoga bantuan paket sembako ini dapat mengurangi sedikit beban masyarakat di tengah Covid 19”, pangkas AKBP. Rentrix.

Beralih di Jawa Barat, Kapolres Majalengka AKBP. Bismo Teguh Prakoso, S.H., S.I.K., M.H., Adimakayasa Akpol 2001 bersama Dandim 0617 Majalengka menggelar bakti sosial AKABRI 2001, dengan 1500 paket sembako yang di bagikan dibeberapa titik wilayah Polres Majalengka. “Kebersamaan antara TNI dan Polri khususnya Alumni 2001, alhamdullilah kami melaksanakan Bakti Sosial Bersama kepada masyarakat, smoga bantuan yang tidak seberapa ini dapat bermanfaat bagi masyarakat, ujar AKBP. Bismo.

Di Kalimantan Barat, Polres Marowali dipimpin Kapolres AKBP. Bayu Indra Wiguno, S.I.K., membagikan 500 paket sembako, yang berisi beras, gula, minuman ringan, “Kegiatan Bakti sosial yang dilaksanakan oleh Alumni Akpol 2001, yang dilaksanakan 2 hari ini, tak lain bertujuan untuk sedikit meringankan masyarakat yang terdampak Covid 19, smoga bermanfaat, Pangkas AKBP. Bayu Indra.WhatsApp Image 2020 05 22 at 15.27.02

Di Polda Banten, AKBP. Maryono, S.I.K. Kapolres Serang Bersama AKBP. Heri Sugeng Priyanto, S.I.K. (mahasiswa sespimmen 60), staf dan Toga/Tomas melaksanakan kegiatan Bakti Sosial Serentak Alumni 2001, bertempat di Komplek Perum Taman Ciruas memberikan tajil dan paket sembako terhadap masyarakat ciruas, “Alhamdullilah smoga bantuan ini dapat memberikan sedikit manfaat bagi masyarakat, dan smoga wabah Covid 19 cepat berlalu” Ujar AKBP. Maryono.

Di Kepulauan Talaud, AKBP. Alam Kusuma Sari Irawan, S.I.K., Bersama staf dan jajaran membagikan paket sembako di beberapa titik Kepulauan Talaud, acara pemberian paket sembako bagi masyarakat ditengah pandemi Covid 19 khususnya di kepulauan talaud sangat berarti, dimana Polri harus senantiasa mempererat hubungan dengan masyarakat untuk Bersama-sama peduli dalam menghadapi Covid 19 ini, ujar AKBP. Alam.

Beralih di Lembaga Pendidikan Sespim Polri, beberapa Alumni AKPOL 2001 yang mengikuti pendidikan Sespimmen Polri Angkatan Dikreg 60, turut melakukan kegiatan Bakti Sosial secara serentak Alumni 2001, dimotori oleh serdik sespimmen Panji Santoso, S.I.K., membagikan paket daging sapi untuk warga sekitar Desa Suksirna, Jonggol, Bogor, smoga bantuan paket daging sapi ini dapat bermanfaat bagi masyarakat. Ujar Panji

Di Sumatera Utara, Kapolres Simalungun AKBP. Agus Waluyo, S.I.K. melaksanakan bakti sosial secara serentak Bersama jajaran dalam Alumni Akpol 2001 Peduli masyarakat terdampak Covid 19. Bantuan ratusan paket sembako yang disalurkan Bersama jajarannya ditujukan kepada anak yatim piatu, buruh, pemulung, tukang becak, ojek dan korban PHK di beberapa tempat di Simalungun, “Smoga sedikit bantuan dari kami dapat bermanfaat dan membantu masyarakat yang terdampak Covid 19 khsusnya di wilayah Simalungun” kata AKBP. Agus.

Masih di sumatera utara, Danyon A Brimob Polda Sumut, AKBP. Boy Sutan Binanga Siregar, S.I.K., Bersama personel Yon A Brimob Polda Sumut turut melakukan bakti sosial Alumni Akpol 2001 di sekitar mako Brimob Polda Sumut, “Puji Tuhan pada hari ini kami beserta personel brimob Polda Sumut, mengelar bakti sosial Bersama Alumni akpol 2001, Smoga bantuan yang tidak seberapa ini dapat membantu masyarkat ditengah Covid 19”. Kata AKBP. Boy.

Sementara di makassar, Kasat Narkoba Polrestabes Makassar, Kompol Diare Estetika, S.I.K., turut melaksankan Bakti Sosial Alumni Akpol 2001 Yon Sarja Arya Racana, Pembagian paket sembako sebanyak 250 Paket dibagikan Bersama anggota sat narkoba Polrestabes Makassar kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan ditengah Covid 19, alhamdullilah sore ini kami dari ikatan Alumni Akpol 2001 dibantu personel Polrestabes Makassar telah melaksanakan kegiatan baksos, smoga sedikit bantuan dari kami dapat membantu masyarakat. Amien, ujar Kompol Diare.

Di Provinsi Jambi, Polres Tanjung Jabung Barat dan Kodim 0419 dipimpin Kapolres Tanjab AKBP. Guntur Saputro, S.I.K., M.H. beserta Dandim 0419 Letkol Inf Erwan Susanto, S.IP berikut jajaran melaksankan Kegiatan Bakti Sosial Alumni Akpol 2001 dengan membagikan paket sembako di dua pesantren di wilayah tanjung jabung barat. “Pelaksanaan bakti Sosial Alumni Akpol 2001 yang diselenggarakan di Tanjab tetap memedomani pedoman protocol Covid 19, dan smoga sedikit bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi para santri”, kata AKBP. Guntur.

Di Jawa Tengah, Kapolres Cilacap Dery Agung Wijaya, S.H., S.I.K., M.H sebagai ketua Angkatan Alumni AKPOL 2001 Yon Sarja Arya Racana, sekaligus pemrakarsa kegiatan Bakti Sosial Serentak Ikatan Alumni AKABRI 2001, beserta jajaran Polres Cilacap turut melaksankan kegiatan bakti sosial secara menyeluruh dibeberapa tempat di wilayah Kabupaten Cilacap. “Sungguh merupakan suatu kebahagiaan bagi kami Alumni Akpol 2001 dapat berbagi dengan masyarakat, semoga kegiatan Bakti Sosial selama 2 hari oleh Alumni Akpol 2001 dapat bermanfaat masyarakat terdampak Covid 19” (Div Humas Polri).

——-

Renungan

PERINTAH UNTUK SALING MENOLONG DALAM MEWUJUDKAN KEBAIKAN DAN KETAKWAAN

Oleh Ustadz Abu Minhal

Allah Azza wa Jalla berfirman:

ۘ وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya [al-Mâidah/5:2]

PENJELASAN AYAT

Makna al-birru (الْبِرِّ ) dan at-taqwa (التَّقْوَى )

Dua kata ini, memiliki hubungan yang sangat erat.Karena masing-masing menjadi bagian dari yang lainnya.

Secara sederhana, al-birru (الْبِرِّ ) bermakna kebaikan. Kebaikan dalam hal ini adalah kebaikan yang menyeluruh, mencakup segala macam dan ragamnya yang telah dipaparkan oleh syariat.

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah mendefinisikan bahwa al-birru adalah satu kata bagi seluruh jenis kebaikan dan kesempurnaan yang dituntut dari seorang hamba. Lawan katanya al-itsmu (dosa) yang maknanya adalah satu ungkapan yang mencakup segala bentuk kejelekan dan aib yang menjadi sebab seorang hamba sangat dicela apabila melakukannya. [1]

Tidak jauh berbeda, Syaikh as-Sa’di rahimahullah mengatakan bahwa al-birru adalah sebuah nama yang mencakup segala yang Allah Azza wa Jalla cintai dan ridhai, berupa perbuatan-perbuatan yang zhâhir maupun batin, yang berhubungan dengan hak Allah Azza wa Jalla atau hak sesama manusia.[2]

Dari sini dapat diketahui, bahwa termasuk dalam cakupan al-birru, keimanan dan cabang-cabangnya, demikian pula ketakwaan.

Allah Azza wa Jalla telah menghimpun ragam al-birru (kebaikan, kebajikan) dalam ayat berikut:

لَّيْسَ الْبِرَّ أَن تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا ۖ وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ ۗ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ

Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orangorang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. [al-Baqarah/2:177]

Kebaikan (kebajikan) yang tertera di ayat di atas mencakup seluruh unsur agama Islam; prinsip-prinsip keimanan, penegakan syariat seperti mendirikan shalat, membayar zakat dan infak kepada orang yang membutuhkan dan amalan hati seperti bersabar dan menepati janji.

Dalam ayat ini, setelah memberitahukan ragam kebaikan, di penghujung ayat, Allah Azza wa Jalla menjelaskan itulah bentuk-bentuk ketakwaan (sifat-sifat kaum muttaqîn).

Adapun hakikat ketakwaan yaitu melakukan ketaatan kepada Allah Azza wa Jalla dengan penuh keimanan dan mengharap pahala; baik yang berupa perintah ataupun larangan. Kemudian perintah itu dilaksanakan atas dasar keimanan dengan perintah dan keyakinan akan janji-Nya, dan larangan ditinggalkan berlandaskan keimanan terhadap larangan tersebut dan dan takut akan ancaman-Nya.

Thalq bin Habîb rahimahullah, seorang Ulama dari kalangan generasi Tâbi’în berkata:” Apabila terjadi fitnah maka bendunglah dengan takwa”. Mereka berkata:” Apa yang dimaksud dengan takwa?”. Beliau menjawab:” Hendaknya engkau melakukan ketaatan kepada Allah Azza wa Jalla dengan dasar cahaya dari Allah Azza wa Jalla dan mengharap pahala-Nya. Dan engkau tinggalkan maksiat dengan dasar cahaya dari Allah Azza wa Jalla dan takut terhadap siksa-Nya”.

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah memuji keterangan di atas dengan mengatakan [3] : Ini merupakan definisi takwa yang paling bagus. Beliau menjelaskan, bahwa semua amalan memiliki permulaan dan tujuan akhir. Satu amalan tidaklah dianggap sebagai bentuk ketaatan dan ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah Azza wa Jalla kecuali apabila bersumber dari keimanan.

Artinya dorongan utama melakukan amalan tersebut adalah keimanan bukan kebiasaan, mengikuti hawa nafsu atau keinginan untuk mendapatkan pujian dan kedudukan. Jadi, permulaannya adalah keimanan dan tujuan akhirnya adalah meraih pahala dari Allah Azza wa Jalla serta mengharap keridhaan-Nya atau yang disebut dengan ihtisâb. Oleh karena itu, banyak kita dapatkan kata iman dan ihtisâb datang secara bersamaan seperti contoh berikut:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَلَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barang siapa yang puasa ramadhan dengan penuh keimanan (iman) dan mengharap pahala (ihtisâb), maka diampuni semua dosanya yang telah lewat.[HR. al-Bukhâri Muslim].

Faedah:

Ulama mengatakan bahwa penggabungan kata al-birr dan at-taqwa dalam satu tempat (seperti ayat di atas) mengandung pengertian yang berbeda satu sama lain. Dalam konteks ini, al-birr bermaka semua hal yang dicintai Allah dan diridhai-Nya, baik berupa ucapan dan perbuatan, lahir dan batin. Sementara at-taqwa lebih mengarah kepada tindakan menjauhi segala yang diharamkan [al-Qawâid al-Hisân, Syaikh as-Sa’di, hlm. 48]

Makna al-itsmu (إئْمُ ) dan al-’udwân ( الْعُدْوَانُ)

Pada dasarnya, pengertian antara al-birru dan at-taqwa, al-itsmu dan al-’udwân terikat pada hubungan yang kuat. Masing-masing kata itu mengandung pengertian kata lainnya. Setiap dosa (al-itsmu) merupakan bentuk ‘udwân (tindakan melampaui batas) terhadap ketentuan Allah Azza wa Jalla, yang berupa larangan atau perintah. Dan setiap tindakan ‘udwân, pelakunya berdosa.

Namun bila keduanya disebut bersamaan, maka masing-masing memiliki pengertian yang berbeda dengan yang lainnya.

Al-itsmu (dosa) berkaitan dengan perbuatanperbuatan yang memang hukumnya haram. Contohnya, berdusta, zina, mencuri, minum khamer dan lainnya. Contoh-contoh di atas merupakan perbuatan yang pada asalnya haram.

Sehubungan dengan al-’udwân, kata ini lebih mengarah pada suatu pengharaman yang disebabkan oleh tindakan melampaui batas. Apabila tidak terjadi tindakan melampaui batas, maka diperbolehkan (halal).

Tindakan melampaui batas terbagi dua, pertama: terhadap Allah Azza wa Jalla, seperti melampaui batas ketentuan Allah Azza wa Jalla dalam pernikahan seperti : memiliki lima istri, atau menyetubuhi istri dalam masa haidh, nifas, masa ihram atau puasa wajib.

Dan kedua: Tindakan melampaui batas terhadap sesama. Contohnya, bertindak kelewat batas terhadap orang yang berhutang, dengan menciderai kehormatan, fisik atau mengambil lebih dari seharusnya. [4]

URGENSI AYAT

Dalam ayat ini Allah Azza wa Jalla memerintahkan hamba-Nya yang beriman untuk saling membantu dalam perbuatan baik dan itulah yang disebut dengan albirr dan meninggalkan kemungkaran yang merupakan ketakwaan. Dan Dia Azza wa Jalla melarang mereka saling mendukung kebatilan dan bekerjasama dalam perbuatan dosa dan perkara haram.[5]

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menilai ayat di atas memiliki urgensi tersendiri. Beliau menyatakan: Ayat yang mulia ini mencakup semua jenis bagi kemaslahatan para hamba, di dunia maupun akhirat, baik antara mereka dengan sesama, ataupun dengan Rabbnya. Sebab seseorang tidak luput dari dua kewajiban; kewajiban individualnya terhadap Allah Azza wa Jalla dan kewajiban sosialnya terhadap sesamanya.

Selanjutnya, beliau memaparkan bahwa hubungan seseorang dengan sesama dapat terlukis pada jalinan pergaulan, saling menolong dan persahabatan. Hubungan itu wajib terjalin dalam rangka mengharap ridha Allah Azza wa Jalla dan menjalankan ketaatan kepada-Nya. Itulah puncak kebahagiaan seorang hamba. Tidak ada kebahagiaan kecuali dengan mewujudkan hal tersebut, dan itulah kebaikan serta ketakwaan yang merupakan inti dari agama ini.[6]

Al-Mâwardi rahimahullah berkata: Allah Azza wa Jalla mengajak untuk tolong-menolong dalam kebaikan dengan beriringan dengan ketakwaan kepada-Nya. Sebab dalam ketakwaan, terkandung ridha Allah Azza wa Jalla. Sementara saat berbuat baik, orang-orang akan menyukai (meridhai). Barang siapa memadukan antara ridha Allah Azza wa Jalla dan ridha manusia, sungguh kebahagiaannya telah sempurna dan kenikmatan baginya sudah melimpah.[7]

Sebagai contoh sikap saling menolong dalam kebaikan dan ketakwaan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

انْصُر أَخَاكَ ظَالِمًا أَوْ مَظلُو مًا قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ هَذَا نَنصُرًُهُ مَظْلُومًا فَكَيْفَ نَنْصُرُهُ ظَالِمًا قَالََ تَأْخُذُ فَوْقَ يَدَيْهِ

Bantulah saudaramu, baik dalam keadaan sedang berbuat zhalim atau sedang teraniaya. Ada yang bertanya: “Wahai Rasulullah, kami akan menolong orang yang teraniaya. Bagaimana menolong orang yang sedang berbuat zhalim?” Beliau menjawab: “Dengan menghalanginya melakukan kezhaliman. Itulah bentuk bantuanmu kepadanya.” [HR. al-Bukhâri]

Dalam hadits lain, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الدِّالُ عَلَى الْخَيْرِ كَفَا عِلِهِ

Orang yang menunjukkan (sesama) kepada kebaikan, ia bagaikan mengerjakannya. [HR. Muslim]

Orang berilmu membantu orang lain dengan ilmunya. Orang kaya membantu dengan kekayaannya. Dan hendaknya kaum Muslimin menjadi satu tangan dalam membantu orang yang membutuhkan. Jadi, seorang Mukmin setelah mengerjakan suatu amal shalih, berkewajiban membantu orang lain dengan ucapan atau tindakan yang memacu semangat orang lain untuk beramal.[8]

Hubungan kedua, antara seorang hamba dengan Rabbnya tertuang dalam perintah ‘Dan bertakwalah kamu kepada Allah’. Dalam hubungan ini, seorang hamba harus lebih mengutamakan ketaatan kepada Rabbnya dan menjauhi perbuatan untuk yang menentangnya.[9]

Kewajiban pertama (antara seorang hamba dengan sesama) akan tercapai dengan mencurahkan nasehat, perbuatan baik dan perhatian terhadap perkara ini. Dan kewajiban kedua (antara seorang hamba dengan Rabbnya), akan terwujud melalui menjalankan hak tersebut dengan ikhlas, cinta dan penuh pengabdian kepada-Nya.[10]

Hendaknya ini dipahami bahwa sebab kepincangan yang terjadi pada seorang hamba dalam menjalankan dua hak ini, hanya muncul ketika dia tidak memperhatikannya, baik secara pemahaman maupun pengamalan.[11]

PENUTUP

Dengan jelas, ayat di atas memuat kewajiban saling membantu di antara kaum Mukminin untuk menegakkan agama dan larangan bagi mereka untuk bekerjasama dalam menodainya. Bukan sebaliknya yaitu malahan melemahkan semangat beramal orang, mengejek orang yang berusaha konsisten dengan syariat maupun menjadi dalang tersebarnya perbuatan maksiat di tengah masyarakat. Wallahu a’lam.

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi, 05/Tahun XIII/1430/2009M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo-Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858197]
_______
Footnote
[5]. Tafsîrul Qur‘ânil ‘Azhîm (3/12-13)
[6]. ar-Risâlah at-Tabûkiyyah hlm. 30
[7]. Tafsîr al-Qurthubi (Al-Jâmi’ li Ahkâmil-Qur‘ân), Muhammad bin Ahmad al-Qurthûbi, tahqîq: ‘Abdur-Razzaq al-Mahdi, Dâr Al-Kitab Al-‘Arabi, Cetakan II, Tahun 1421 H, Vol. 6, hlm. 45
[8]. Tafsîr al-Qurthûbi (6/45), Taisîrul Karîmir Rahmân hlm. 182
[9]. ar-Risâlah at-Tabûkiyyah hlm. 57
[10] Ibid hlm. 57
[11]. ar-Risâlah at-Tabûkiyyah hlm. 57