IMG 20200726 WA0189

Alumni Akpol 1991 Bhara Dhaksa Bagikan 1.000 Paket Sembako Kepada Masyarakat Terdampak Covid-19

Headline Muhasabah Sumatera Utara

IMG 20200726 WA0188mascipoldotcom, Senin, 27 Juli 2020 (06 Dzulhijah 1441 H)

Medan – Alumni Akademi Kepolisian (Akpol) Angkatan 1991 Bhara Dhaksa Polda Sumut melaksanakan bakti sosial bertempat di Lapangan KS Mapoldasu, Senin (27/7) pagi.

Bakti sosial yang dilaksanakan dengan membagikan 1.000 paket sembako berupa beras, mie instan, minyak goreng, dan gula diberikan kepada para Bhabinkamtibmas, PHL Polda Sumut, Ormas Islam, Jurnalis, dan masyarakat.

Pembagian bantuan paket sembako ini diberikan langsung secara simbolis kepada masing-masing perwakilan Satuan Kerja (Satker) di lingkungan Polda Sumut penerima bantuan sosial.

Turut hadir dalam kegiatan bakti sosial ini Brigjen Pol Bahagia Dachi (Baharkam Mabes Polri), Dir Intelkam Polda Sumut Kombes Pol Drs Ruslan Ependi, Kolonel Sasmita (TNI AL), serta para Alumni Akpol Angkatan 1991.

Usai pembagian bantuan paket sembako, Brigjen Pol Bahagia Dachi, mengatakan pemberian paket sembako ini dalam rangka memperingati hari pengabdian yang ke 29 tahun.

“Bakti sosial yang dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur kami sebagai Keluarga Besar Alumni Akpol 1991 Batalyon Bhara Dhaksa Polda Sumut yang telah bertugas selama 29 tahun mengabdi kepada bangsa dan negara,” katanya didampingi Dir Intelkam Polda Sumut Kombes Pol Ruslan Ependi.

Selain itu, Dachi menyebutkan bakti sosial dengan membagikan paket sembako turut membantu masyarakat yang terkena dampak penyebaran Covid-19.

“Bakti sosial pembagian paket sembako ini serentak dilakukan se Indonesia. Untuk di Polda Sumut ada beberapa titik lokasi pembagian sembako yang langsung diberikan Bhabinkamtibas kepada masyarakat,” sebutnya.

“Semoga bantuan sembako ini dapat meringankan beban masyarakat di tengah kondisi ekonomi sulit akibat penyebaran Covid-19,” pungkasnya.(Leodepari/Ezl)

———-

Renungan

APAKAH DO’A BISA MERUBAH KETENTUAN

Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin

Pertanyaan.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin ditanya : “Apakah do’a berpengaruh merubah apa yang telah tertulis untuk manusia sebelum kejadian?”

Jawaban.

Tidak diragukan lagi bahwa do’a berpengaruh dalam merubah apa yang telah tertulis. Akan tetapi perubahan itupun sudah digariskan melalui do’a. Janganlah anda menyangka bila anda berdo’a, berarti meminta sesuatu yang belum tertulis, bahkan do’a anda telah tertulis dan apa yang terjadi karenanya juga tertulis. Oleh karena itu, kita menemukan seseorang yang mendo’akan orang sakit, kemudian sembuh, juga kisah kelompok sahabat yang diutus nabi singgah bertamu kepada suatu kaum.

Akan tetapi kaum tersebut tidak mau menjamu mereka. Kemudian Allah mentakdirkan seekor ular menggigit tuan mereka. Lalu mereka mencari orang yang bisa membaca do’a kepadanya (supaya sembuh). Kemudian para sahabat mengajukan persyaratan upah tertentu untuk hal tersebut. Kemudian mereka (kaum) memberikan sepotong kambing. Maka berangkatlah seorang dari sahabat untuk membacakan Al-Fatihah untuknya. Maka hilanglah racun tersebut seperti onta terlepas dari teralinya. Maka bacaan do’a tersebut berpengaruh menyembuhkan orang yang sakit.

Dengan demikian, do’a mempunyai pengaruh, namun tidak merubah Qadar. Akan tetapi kesembuhan tersebut telah tertulis dengan lantaran do’a yang juga telah tertulis. Segala sesuatu terjadi karena Qadar Allah, begitu juga segala sebab mempunyai pengaruh terhadap musabab-nya dengan izin Allah. Maka semua sebab telah tertulis dan semua musabab juga telah tertulis.

[Disalin kitab Al-Qadha’ wal Qadar edisi Indonesia Tanya Jawab Tentang Qadha dan Qadar, Penulis Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin’, terbitan Pustaka At-Tibyan, penerjemah Abu Idris]