Kapolda Metro Jaya : Menyongsong Bulan Suci Ramadhan Warga Jakarta Harus Sehat Hingga Dapat Menjalankan Puasa Ramadhan Dengan khidmat

DKI Jakarta Headline Muhasabah

mascipoldotcom – Sabtu, 12 Maret 2022 (8 Sya’ban 1443 H)

Jakarta, – 12 Maret 2022 Bertempat di Sekolah 21, Pulo Gebang Jakarta Timur Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Dr. Fadil Imran, M.Si. memimpin langsung kegiatan Vaksinasi Booster di Hari Sabtu Pagi

Menjelang bulan Ramadhan, Tim Polda Metro Jaya bergerak memastikan warga di Wilayah Hukum Polda Metro sudah mendapatkan vaksinasi (penguat), Kami ingin masyarakat dapat mejalankan Ramadhan dengan normal dan khidmat, serta kegiatan ekonomi dapat berjalan dengan normal, “tutur Fadil Imran.

“Bulan Ramadhan yang ditandai dengan peningkatan aktivitas ibadah, tentu saja masyarakat membutuhkan kondisi yang prima, bugar, hingga dapat beribadah dengan khusyuk. Ditambah, masyarakat memiliki tradisi untuk banyak berbagi dengan sesama, maka aktivitas masyarakat juga akan semakin giat bekerja. Kami yakın, vaksinasi menjadi jalan melindungi masyarakat dari biaya tambahan akibat sakit dan tidak dapat beraktivitas ekonomi misalnya,” seru Fadil.

Sesuai arahan Kapolri, kami semenjak 2021, berupaya konsisten tidak hanya menjaga ketertiban dan keamanan, tetapi melakukan percepatan vaksinasi dan praktik kepatuhan prokes, yang ditandai dengan capaian Vaksinasi I, II di DKI Jakarta di atas 100 persen dan minimal 70% untuk Wilayah Penyangga (Aglomerasi),” tutup Fadil.

Tambahan:

Hari ini Polda Metro Jaya menyelenggarakan vaksinasi serentak sebanyak 193 titik salah satunya di Sekolah MIN 21 Cakung Jakarta Timur yang menyediakan 400 dosis vaksin baik tahap II maupun booster. (Bid Humas PMJ/Ashary)

__________

Renungan

BERJANJI DAN BERSUMPAH UNTUK MENJADI SAUDARA

Oleh Lajnah Daimah Lil Buhuts Al-Ilmiah Wal Ifta

Pertanyaan.

Lajnah Daimah Lil Buhuts Al-Ilmiah Wal Ifta ditanya : Saya laki-laki berumur 48 tahun sedang menderita sakit, sementara saya tidak mempunyai keluarga, tetapi saya mempunyai teman akrab, seorang muslim yang taat, akhirnya saya dirawat di rumahnya. Dan isteri teman saya itu seorang muslimah yang taat, yang selalu melayani dan merawat saya, hingga saya sembuh.

Setelah saya sembuh, saya ingin istri teman saya itu menjadi saudara perempuan saya sebab saya tidak mempunyai saudara sama sekali. Kemudian kami (saya, teman saya dan istrinya) meletakkan tangan di atas Al-Qur’an, dan berjanji bahwa ia menjadi saudara perempuan dan sekaligus saudara mahram saya selamanya.

Dan hal ini telah mendapat persetujuan dari keluarga teman saya serta putra-putrinya, sampai sekarang ia saya anggap seperti saudara kandung. Apakah boleh saya memegang tangan atau menjadi mahramnya dalam ibadah haji, hubungan kami ini sudah diketahui oleh kerabat saya dan kerabat dia. Semoga saya mendapat jawaban secara syar’i ?

Jawaban

Kebaikan apapun yang kamu dapatkan dari temanmu dan istrinya, dan usaha apapun yang kamu lakukan agar istrinya menjadi mahram bagimu adalah tidak bisa, sebab hubungan mahram seseorang dengan wanita hanya karena tiga hal, yaitu : mahram karena hubungan nasab, mahram karena persusuan dan mahram karena hubungan perkawinan yang semuanya telah ditentukan oleh syari’at secara mutlak. Tidak boleh bagi anda memegang tangannya atau anggota tubuh lainnya dan tidak boleh pergi bersamanya dalam ibadah haji atau lainnya.

Dan juga dilarang anda berkhawlat dengannya walaupun suami dan keluarganya telah menyetujuinya. Dalam segal hal anda adalah orang lain yang tidak memiliki hubungan mahram dengan istrinya. Adapun kebaikan yang anda peroleh dari mereka berupa pelayanan, pemberian materi dan keikhlasan dalam bersahabat tidak lebih hanya merupakan pemberian yang harus disyukuri dan dibalas serta dihargai.

[Fatawa Lajnah Da’imah 9/68]

[Disalin dari kitab Al-fatawa Al-Jami’ah Lil Mar’atil Muslimah, Edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Tentang Wanita, Penyusun Amin bin Yahya Al-Wazan, Penerjemah Amir Hamzah Fakhruddin, Penerbit Darul Haq]