Polda Metro Jaya Akan Siapkan Skema Pengamanan Parade MotoGP di Jakarta

DKI Jakarta Headline Muhasabah

mascipoldotcom – Sabtu, 12 Maret  2022 (8 Sya’ban 1443 H)

Jakarta  – Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya siap mendukung secara penuh perhelatan MotoGP di sirkuit Mandalika, termasuk dengan parade promosi yang digelar di Jakarta pada 16 Maret 2022 mendatang.

Seperti diketahui, dalam parade tersebut, Presiden Joko Widodo dan sejumlah pebalap termasuk Marc Marquez akan berkeliling atau riding bersama.

“Pada intinya, Ditlantas Polda Metro Jaya siap mengamankan kegiatan event besar tersebut untuk mendukung pelaksanaan MotoGP di Mandalika pada Maret 2022 ini,” ujar Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo kepada wartawan, Sabtu (12/3/2022).

KombesPol Sambodo melanjutkan, pihaknya belum bisa memastikan ada tidaknya pengalihan atau penutupan arus dalam pelaksanaan parade tersebut. Sebab, dirinya masih menunggu penjelasan resmi dari tim panitia.

“Nanti bagaimana detailnya, jam berapa, apakah ada jalan yang ditutup atau tidak nanti akan kita sampaikan ke media setelah mendapatkan penjelasan resmi secara detail dari panitia tentang pelaksanaan kegiatan tersebut,” tukas Kombes Pol Sambodo.

Sebelumnya, pihak MotoGP mengungkap akan melaksanakan parade jelang rangkaian MotoGP Indonesia 2022 di sirkuit Mandalika. Sedikitnya ada 20 pebalap yang akan mengikuti parade yang akan dilaksanakan pada Rabu, 16 Maret 2022 mendatang.

Dijelaskan, Marc Marquez dan 19 pebalap lainnya terlebih dahulu melakukan kunjungan ke Istana Merdeka dan disambut langsung Presiden Joko Widodo. Selanjutnya mereka akan mengikuti parade menggunakan motor mengelilingi Jakarta.

“Presiden Jokowi akan menyambut para pebalap di Istana Merdeka. Presiden Jokowi kemudian akan bergabung dengan pawai dan berkendara bersama 20 pebalap. Parade unik itu akan dimulai dan berakhir di Istana Merdeka,” bunyi pernyataan resmi MotoGP.

Setelah serangkaian seremoni di Jakarta, Marc Marquez dkk dijadwalkan langsung bertolak ke Lombok untuk bersiap mengikuti MotoGP Indonesia. Rangkaian MotoGP yang digelar di Sirkuit Mandalika ini akan berlangsung mulai 18-20 Maret 2022. (Muhairo)

____________

Renungan

APA YANG DI MAKSUD 8 KAMBING LIAR?

Oleh Ustadz Anas Burhanuddin MA

Pertanyaan.

Ana mau bertanya tentang hadits ini: Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu anhu berkata, “Kami pernah duduk bersama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam di Bath-ha, lalu Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, ‘Tahukah kalian berapa jarak antara langit dan bumi ?’ Kami berkata, ‘Allâh dan Rasul-Nya yang tahu.’ Beliau bersabda, ‘Jarak keduanya sejauh perjalanan 500 tahun. Jarak antara langit satu dengan yang langit lainnya sejauh 500 perjalanan. Ketebalan setiap langit 500 tahun. Di atas langit yang ke-7 ada laut, jarak antara bawah dan atasnya seperti langit dan bumi. Lalu di atas semua itu ada 8 kambing hutan. jarak antara lutut dan tulang rusuknya seperti jarak antara langit dan bumi. Dan di atas itu semua ada ‘Arsy. (HR.Ahmad dan ini lazafh-nya, Abu Dawud, Ibnu Majah dan Tirmidzi) Syukran.

Yang menjadi pertanyaan adalah apa yang dimksud 8 kambing hutan itu ? Dan shahih-kah hadits itu

Jawaban.

Semoga Allâh Azza wa Jalla menambah semangat kita dalam mempelajari agama Islam. Hadits yang saudara maksud sepertinya adalah hadits berikut :

عَنْ عَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ قَالَ كُنَّا جُلُوسًا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْبَطْحَاءِ فَمَرَّتْ سَحَابَةٌ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَدْرُونَ مَا هَذَا قَالَ قُلْنَا السَّحَابُ قَالَ وَالْمُزْنُ قُلْنَا وَالْمُزْنُ قَالَ وَالْعَنَانُ قَالَ فَسَكَتْنَا فَقَالَ هَلْ تَدْرُونَ كَمْ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ قَالَ قُلْنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ بَيْنَهُمَا مَسِيرَةُ خَمْسِ مِائَةِ سَنَةٍ وَمِنْ كُلِّ سَمَاءٍ إِلَى سَمَاءٍ مَسِيرَةُ خَمْسِ مِائَةِ سَنَةٍ وَكِثَفُ كُلِّ سَمَاءٍ مَسِيرَةُ خَمْسِ مِائَةِ سَنَةٍ وَفَوْقَ السَّمَاءِ السَّابِعَةِ بَحْرٌ بَيْنَ أَسْفَلِهِ وَأَعْلَاهُ كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ ثُمَّ فَوْقَ ذَلِكَ ثَمَانِيَةُ أَوْعَالٍ بَيْنَ رُكَبِهِنَّ وَأَظْلَافِهِنَّ كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ ثُمَّ فَوْقَ ذَلِكَ الْعَرْشُ بَيْنَ أَسْفَلِهِ وَأَعْلَاهُ كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَاللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى فَوْقَ ذَلِكَ وَلَيْسَ يَخْفَى عَلَيْهِ مِنْ أَعْمَالِ بَنِي آدَمَ شَيْءٌ

Baca Juga  Hadits Palsu Tentang Menuntut Ilmu Ke Negeri China
Diriwayatkan dari al-’Abbas bin ’Abdil-Muththalib Radhiyallahu anhu bahwa beliau berkata, “Suatu ketika kami duduk bersama Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam di al-Bath-ha`[1]. Maka lewatlah segumpal awan, dan beliau bertanya, ‘Tahukah kalian apa ini?’

Kami menjawab, ‘Awan.’ Beliau berkata, ‘(Awan) disebut juga dengan muzn dan ‘anan.’ Kamipun diam. Lalu beliau bertanya, ‘Tahukah kalian berapa jarak antara langit dan bumi ?’ Kami menjawab, ‘Allâh Azza wa Jalla dan RasulNya lebih mengetahui.’ Beliau bersabda, ‘Jarak antara langit dan bumi seperti jarak perjalanan lima ratus tahun tahun.

Jarak antara satu langit ke langit lainnya seperti jarak perjalanan lima ratus tahun tahun.  Ketebalan masing-masing langit seperti jarak perjalanan lima ratus tahun tahun. Di atas langit yang ketujuh ada samudera, dan antara dasar samudera itu dengan permukaannya seperti jarak antara langit dan bumi. Kemudian di atasnya ada delapan kambing liar yang jarak antara lutut dan telapak kakinya seperti jarak antara langit dan bumi.

Dan di atasnya ada ‘Arsy (singgasana)  yang jarak antara dasar dan puncaknya seperti jarak antara langit dan bumi.  Dan Allâh Azza wa Jalla Yang Maha Suci dan Tinggi di atasnya, tidak tersembunyi dari-Nya sesuatupun dari perbuatan anak Adam”.

Yang dimaksud dengan kambing hutan (demikian sebagian penerjemah menyebutnya) dalam hadits di atas adalah kambing liar. Sebagian Ulama menyebutnya kambing gunung. Maksudnya adalah malaikat dalam rupa kambing liar yang membawa singgasana.[2]

Hadits ini diriwayatkan oleh Ahmad (no. 1.770), Abu Dawud (no. 4.725), at-Tirmidzi (no.3.320) dan yang lain. Para Ulama berbeda pendapat tentang keshahihannya. Hadits ini  dihukumi shahih oleh al-Hâkim rahimahullah (dan disetujui oleh adz-Dzahabi rahimahullah),[3] Ibnu Taimiyyah rahimahullah[4], dan Ibnul Qayyim rahimahullah.[5]  Sebagian Ulama lagi menghukuminya dha’if (lemah). Mereka antara lain al-Bushiri rahimahullah[6],

Ibnul Jauzi rahimahullah,[7] al-Albani rahimahullah,[8] dan Syu’aib al-Arna`uth.[9] Dan pendapat yang kedua ini lebih kuat –wallahu a’lam- ; karena dalam sanad hadits ini ada rawi yang lemah dan majhul (tidak dikenal), serta ada silsilah riwayat yang munqathi’ (terputus) antara dua rawi.

Namun sebagian kandungan hadits ini didukung oleh ayat dan hadits yang lain.  Pensyarah Sunan Abu Dawud, al-‘Azhimabadi mengatakan, “Hadits ini menunjukkan bahwa Allâh Azza wa Jalla  di atas ‘Arsy, dan inilah kebenaran yang juga ditunjukkan oleh ayat-ayat al-Qur`ân dan hadits-hadits.

Dan ini adalah madzhab as-salaf ash-shalih dari kalangan sahabat, tabi’in dan yang lain. Sekte Jahmiyyah mengingkari ‘Arsy dan keberadaan Allâh Azza wa Jalla di atasnya. Mereka meyakini Allâh Azza wa Jalla ada di mana-mana, dan mereka memiliki pendapat yang buruk dan bathil.”[10]

Wallahu A’lam.

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 02/Tahun XVII/1434H/2013M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 ]
________
Footnote
[1] Al-Bath-ha`: Nama tempat di Makkah, berdekatan dengan kuburan Ma’la. Lihat: ‘Aunul Ma’bûd 13/6.
[2] Lihat: ‘Aunul Ma’bûd 13/6.
[3] Al-Mustadrak, 2/410.
[4] Majmû’ Fatâwâ 3/191.
[5] Tahdzîb as-Sunan 1/91.
[6] Ithâful Khiyârah al-Maharah  6/53.
[7] Al-‘Ilal al-Mutanahiyah 1/23.
[8]  Silsilah al-Ahâdîts adh-Dha’îfah 3/398.
[9] Musnad Ahmad 3/292.
[10] Lihat: ‘Aunul Ma’bûd 13/6.