Program “Semangat” Salah Satu Program Kapolda Jawa Timur Untuk Memotivasi Anggota Yang Membutuhkan Uluran Tangan

Headline Jawa Timur Muhasabah

mascipoldotcom – Rabu, 9 Maret 2022 (5 Sya’ban 1443 H)

Surabaya – AKBP Bambang Eko Subandono adalah salah seorang anggota personil Polda Jawa Timur yang terkena serangan Stroke sepulang dari kegiatan Dinas sehingga membuat keterbatasan dalam melaksanakan kegiatannya.

Namun dalam kondisi tersebut, SEMANGAT dalam diri AKBP Bambang masih terus berkobar untuk tetap menjadi pelayan masyarakat. Hingga mendapat perhatian dari Kapolda Jawa Timur irjen Pol Nico Afinta.

Agar SEMANGAT AKBP Bambang terus berkobar, Kapolda Jatim pun memberikan motivasi dengan menyerahkan kunci Rumah di kawasan Sidoarjo melalui program SEMANGAT (Semua Untuk Anggota).

Atas Motivasi tersebut, kini SEMANGAT AKBP Bambang terus menyala dan keadaannya pun telah ada perkembangan semakin baik dari serangan stroke yang ia alami.

“Terima kasih bapak Kapolda….,” ujar AKBP Bambang.

Program SEMANGAT merupakan kependekan dari Semua Untuk Anggota adalah program yang diinisiasi oleh Kapolda Jatim Irjen Pol Dr. Nico Afinta, program bantuan yang berasal dari seluruh anggota jajaran Polda Jatim, yang akan diberikan kepada anggota yang membutuhkan dorongan motivasi masalah sosial dan kondisi Sakit.

“Kami mewujudkan program SEMANGAT, salah satunya adalah anggota kami AKBP Bambang yang mengalami sakit stroke, dan kami menyisihkan sebagian dari apa yang kita miliki untuk membantu yang bersangkutan, agar tetap semangat dan bisa bekerja kembali dengan baik,” ujar Kapolda Jatim.

“Semoga apa yang sedikit kami lakukan ini bisa memberikan berkat, manfaat dan SEMANGAT bagi anggota serta keluarganya,” tutup Irjen Pol Dr. Nico Afinta, Kapolda Jatim. (Bid Humas Polda Jatim)

_____________

Renungan

KESEHATAN ADALAH AMANAT

Ahmad yang masih berusia 12 tahun mampu menjaga kesehatannya dengan tidak meminum pepsi cola. Keluarga Ahmad menyadari bahwa kesehatan adalah nikmat sekaligus amanat. Diantara cara mensyukuri nikmat Allah adalah dengan tidak mengonsumsi hal-hal yang berbahaya bagi tubuh.

Orang tua Ahmad, ketika belanja, mengajarkan anak-anaknya cara memilih makanan atau minuman untuk meminimalkan pengaruh negatif dari bahan-bahan kimia pada makanan.

Hendaknya kita merenung dan mengintrospeksi diri, sejauh mana perhatian kita dalam menjaga kesehatan tubuh. Jika anak kecil saja mampu menahan diri dari minum pepsi, apakah kita tidak mampu melawan hawa nafsu untuk berhenti merokok yang mudaratnya jauh lebih besar dari pepsi.

Kalau kita belum bisa berhenti merokok, mengapa kita masih saja egois dan tidak peduli dengan merokok di tempat umum. Padahal telah jelas bahayanya bagi orang yang menghirup asap rokok. Islam pun adalah agama yang mengajarkan agar tidak merugikan orang lain. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

“Orang muslim adalah orang yang tidak menyakiti kaum muslimin lainnya baik dengan lisan maupun tangannya.” [HR. Muslim]

Saya pernah membaca artikel surat kabar yang ditulis seorang mahasiswa Jepang yang kuliah di Jawa Tengah. Ia menunjukkan keprihatinannya terhadap sebagian masyarakat kita yang belum bisa menghargai orang lain dengan merokok di kendaraan umum.

Saya nasihatkan pula kepada orang yang masih suka meminum minuman keras dan mengonsumsi narkoba. Sadar dan segeralah bertobat kepada Allah sebelum datang kematian yang tiba-tiba.

Bagi para pedagang makanan dan minuman, termasuk mereka yang memproduksinya, hendaklah takut kepada Allah. Jangan sampai karena ingin mendapatkan keuntungan materi, mereka tega menjual dan memproduksi makanan atau minuman yang membahayakan kesehatan konsumen.