IMG 20220302 WA0024

Dalam Rangka Ops Keselamatan Toba 2022, Personil Polresta Deli Serdang Berikan Edukasi Dan Vaksinasi Massal

Headline Muhasabah Sumatera Utara

mascipoldotcom – Sabtu, 5 Maret 2022 (1 Sya’ban 1443 H)

Deli Serdang – Dalam rangka Operasi Keselamatan Toba 2022, Polresta Deli Serdang gelar vaksinasi massal di Lapangan Tengku Raja Muda Kec. Lubuk pakam dan di P3UD Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Kamis (03/03/2022)

Adapun Tujuan dari ‘Operasi Keselamatan Toba 2022’ ini ialah terciptanya Kamseltibcar Lantas dan berlangsung selama 14 hari dimulai 1 Maret sampai dengan 14 Maret 2022.

Namun Operasi Keselamatan Toba 2022 kali ini berbeda, tidak hanya sebatas memberikan edukasi kepada masyarakat tentang keselamatan berkendara saja, namun personil juga memberikan sosialisasi sekaligus vaksin gratis kepada para pengendara.

Kapolreta Deli Serdang, Kombes Pol Irsan Sinuhaji SIK MH melalui Kasat Lantas Kompol Nasrul SIK menjelaskan, akan melaksanakan tindakan terhadap tujuh pelanggaran prioritas dalam operasi keselamatan toba ini di antaranya, pengemudi kendaraan bermotor (ranmor) yang menggunakan HP, pengemudi yang masih di bawah umur, berbonceng lebih dari satu orang, dan tidak menggunakan helm SNI.

“Kita mengedepankan giat preemtif dan preventif yang dilakukan secara persuasif dan humanis dalam rangka meningkatkan kepatuhan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas dan yang paling utama kita mengedepankan penyampaian himbauan penerapan Protokol Kesehatan kemudian mengajak masyarakat untuk melaksanakan vaksinasi agar terbentuknya herd immunity bagi masyarakat Kabupaten Deli Serdang,” sebutnya.

Vaksinasi Massal dalam rangka Operasi Keselamatan Toba 2022 ini dilaksanakan secara rutin dilaksanakan di Lapangan Tengku Raja Muda Kecamatan Lubuk pakam dan di P3UD Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang.(Leodepari)

___________

Renungan

BILA ENGKAU HENDAK MEMBACA AL-QUR’AN MINTALAH PERLINDUNGAN KEPADA ALLAH DARI GODAAN SETAN YANG TERKUTUK

Oleh Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan

Pertanyaan.

Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan ditanya : Sesungguhnya saya berusaha untuk membaca Al-Qur’an Al-Karim dan saya sangat mencintai Kitab Allah (ini), namun dada saya terasa sempit (sesak) sehingga tidak bisa menyelesaikan bacaannya, maka bagaimanakah solusianya ?

Jawaban.

Solusinya adalah sebagaimana yang difirmankan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ﴿٩٨﴾إِنَّهُ لَيْسَ لَهُ سُلْطَانٌ عَلَى الَّذِينَ آمَنُوا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ﴿٩٩﴾إِنَّمَا سُلْطَانُهُ عَلَى الَّذِينَ يَتَوَلَّوْنَهُ وَالَّذِينَ هُمْ بِهِ مُشْرِكُونَ

“Apabila kamu membaca Al-Qur’an, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk. Sesungguhnya setan itu tidak ada kekuasannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhannya. Sesungguhnya kekuasaannya (setan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah” [An-Nahl/16 : 98-100]

Allah Subhanahu wa Ta’ala memberi kita panduan sebelum memulai membaca Al-Qur’an, yaitu ‘kita memohon perlindungan kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk’, dengan tujuan agar Allah mengusir musuh (kita) ini dari bacaan tersebut serta menjauhkannya dari kita.

Dan hendaklah anda men-tadabburi-nya, karena bila anda men-tadabburi-nya, maka ini mendatangkan kekhusyu’an dan membuat anda senang (dan cinta) terhadap Al-Qur’an Al-karim. Janganlah menyelesaikan satu surat atau satu juz menjadi tujuan pokok anda, tapi hendaklah yang anda cari sebagai maksud pokok adalah tadabbur serta tafakkur dalam ayat-ayat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang sedang and baca.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memanjangkan bacaan pada shalat malam, bila melewati ayat rahmat, beliau berhenti dan memohon kepada Allah dan bila ayat berkenaan dengan adzab dilewati, beliau berhenti dulu dan meminta perlindungan kepada Allah. Semua ini menunjukkan bahwa beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca dengan tadabbur dan sepenuh hati.

Baca Juga  Kedudukan Bersuci Dan Menghadap Kiblat Dalam Sujud Tilawah, Do’a Sujud Tilawah
[Disalin dari buku 70 Fatwa Fii Ihtiraamil Qur’an, edisi Indonesia 70 Fatwa Tentang Al-Qur’an, Penyusun Abu Anas Ali bin Husain Abu Luz, Penerbit Darul Haq]