IMG 20200818 WA0182

118 Siswa Pusdikbanmin Kodiklatal Laksanakan Orientasi

Headline Jawa Timur Kombat TNI Polri & Abdi Negara Muhasabah

mascipoldotcom, Selasa, 18 Agustus 2020 (28 Dzulhijah 1441H)

Surabaya – Sebanyak 118 prajurit siswa yang akan menempuh pendidikan di Pusat Pendidikan Bantuan Administrasi (Pusdikbanmin) Komando Pendidikan Dukungan Umum (Kodikdukum) Komando Pembinaan Doktrin Pendidikan dan Latihan Angkatan Laut (Kodiklatal) melaksanakan orientasi yang dibuka langsung Komandan Sekolah Perwira (Dansepa) Pusdikbanmin Letkol Laut (S) Mahendar, A.Md mewakili Komandan Pusdikbanmin, Selasa, (18/8).

Pembukaan orientasi yang dilaksanakan di lapangan apel Pusdikbanmin kesatrian Bumimoro Kodiklatal tersebut juga dihadiri para pejabat utama Pusdikbanmin. Dari 118 prajurit siswa tersebut terdiri 89 orang siswa Pendidikan Spesialisasi Perwira (Dikpespa) dan 29 orang siswa Pendidikan Lanjutan Bintara (Diklaba). Dikspespa ini meliputi Dikspespa suplay, personil, pendidikan dan hukum.

Komandan Pusdikbanmin Kolonel Laut (S) Roland Manalu, S.T dalam sambutan yang dibacakan Dansepa Letkol Laut (S) Mahaendar, A.Md menyampaikan bahwa sesuai program pendidikan pada hari ini para siswa Dikspespa dan Diklaba secara resmi diterima dan menjadi keluarga besar Pusdikbanmin.

Dalam kesempatan tersebut disampaikan betapa pentingnya nilai-nilai tradisi dari pelaksanaan orientasi yang dilakukan para siswa . Orientasi ini bukan sekedar seremonial saja namun merupakan kegiatan untuk memupuk rasa senasib, sejiwa dan sepenanggungan yang disini disebut Jiwa Korsa. Kegiatan yang dijalani dengan penuh keiklasan dan dilandasi kebersamaan ini juga untuk merekatkan para siswa dengan pembimbing siswa yang mewakili lembaga sekolah.

Diakhir amanat disampikan agar para siswa selalu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan yang Maha Esa, meningkatkan dispilin dedikasi dan loyalitas dengan senantiasa berpedoman kepada Sapta Marga, Delapan Wajib TNI dan Trisila TNI AL, selain itu agar mengembangankan kemampuan diri dan menumbuhkembangkan motivasi dalam rangka mencapai progfesionalisme prajurit.(Ezl)

————-

Renungan

Hukum Merayakan Pemberian Nama Anak

Oleh Al-Lajnah Ad-Daimah Lil Buhuts Al-Ilmiah Wal Ifta

Pertanyaan

Al-Lajnah Ad-Daimah Lil Buhuts Al-Ilmiah Wal Ifta ditanya : Apakah boleh orang-orang yang tercinta, tetangga dan kawan-kawan berkumpul pada hari penamaan bayi? Apakah ini bid’ah dan kekufuran?

Jawaban

Merayakan hari pemberian nama kepada bayi bukan sunnah Nabi, juga tidak pernah terjadi pada sahabat semasa Nabi masih hidup. Barangsiapa melakukannya dengan keyakinan sebagai bagian dari ajaran Islam, maka ia telah berbuat perkara baru dalam agama. Dan ini adalah suatu bid’ah yang tertolak darinya. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa membuat perkara baru dalam agama kami yang bukan darinya maka akan tertolak”

Tetapi ini bukan tindakan kufur.

Jika perkumpulan itu hanya sekedar ekspresi kegembiraan dan kebahagian atau undangan makan daging aqiqah, tidak dilakukan sebagai sunnah, maka tidak masalah. Telah diriwayatkan dari Rasulullah secara shahih riwayat yang menunjukkan disyariatkannya penyembelihan hewan aqiqah dan penamaan bayi pada hari ke tujuh.

(Fataw Islamiyah 4/490)

[Disalin dari kitab Fatawa Ath-thiflul Muslim, edisi Indonesia 150 Fatwa Seputar Anak Muslim, Penyusun Yahya bin Sa’id Alu Syalwan, Penerjemah Ashim, Penerbit Griya Ilmu]